7+ Peluang Usaha Agrobisnis Dengan Keuntungan Jangka Panjang

6 min read

peluang usaha agrobisnis

Bisniskuy.com – Agribisnis atau ada orang yang juga menyebutnya agrobisnis. Agrobisnis sebenarnya berasal dari dua gabungan kata agro dan bisnis. Kata agro sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti tanah. Sehingga, secara harfiah bisa dikatakan agrobisnis adalah bisnis yang berhubungan dengan pengolahan tanah. Tahukah kalian bahwa saat ini peluang usaha agrobisnis terbuka sangat lebar.

Bisa dibilang bukan hanya pengolahan tanah, melainkan juga berhubungan dengan manajemen produksinya, alat-alat produksinya, perawatannya, dan pemasaran produknya. Namun, biasanya masyarakat menganggap agrobisnis sebagai bisnis tradisional yang kurang menjanjikan.

Padahal, ada 7 peluang usaha agrobisnis untuk pemula yang bisa memberikan keuntungan jangka panjang kepada pelakunya. Tentunya, harus dilakukan dengan usaha dan niat yang sungguh-sungguh untuk menjalankan agrobisnis. Jenis agrobisnis pun juga banyak dan bisa dilakukan oleh semua orang.

Keunggulan Agrobisnis

Ada beberapa keunggulan agrobisnis yang bisa dipertimbangkan untuk mulai terjun ke agrobisnis mulai sekarang.

  1. Agrobisnis biasanya ramai pembeli

Produk yang dihasilkan oleh agribisnis biasanya berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari, entah itu makanan pokok, sayur, buah, dan lain sebagainya. Sehingga, hasil produksi agribisnis biasanya akan ramai oleh pembeli.

  1. Bisa mendapatkan manfaat bekerja di lingkungan yang sehat

Agribisnis biasanya akan sering dilakukan di daerah pedesaan. Tak jarang juga yang melakukannya di perkotaan saat ini dengan menggunakan sistem hidroponik. Akan tetapi, jika agribisnis dilakukan di pedesaan atau daerah berhawa sejuk seperti pegunungan, Anda akan mendapat manfaat bekerja di lingkungan yang sehat dengan udara segar dan bersih.

  1. Menciptakan lapangan kerja yang luas bagi orang lain

Proses produksi agribisnis biasanya akan melibatkan banyak hal, mulai dari pemupukan hingga pemasaran produk. Hal ini akan membutuhkan banyak tenaga kerja dengan berbagai keterampilan yang berbeda. Kondisi inilah yang membuat agribisnis berpeluang membuka lapangan kerja yang luas bagi orang lain.

Prospek Market Agrobisnis

Prospek pasar agribisnis di Indonesia bisa dibilang sangat luas. Meskipun dikenal dengan kesan tradisional, agribisnis nyatanya menghasilkan produk yang dibutuhkan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Contohnya adalah hasil dari tanaman makanan pokok, sayur, dan buah.

Kebutuhan makanan pokok di Indonesia sangatlah tinggi, seperti beras, singkong, ketela, jagung, kentang, dan masih banyak lagi. Berbagai olahan makanan dari tanaman-tanaman tersebut pun juga merupakan pasar yang menjanjikan jika kita terjun ke agribisnis.

Selain itu, konsumsi sayuran dan buah-buahan masyarakat Indonesia tiap harinya juga cukup tinggi. Jika Anda mampu mengembangkan bisnis Anda lebih besar, maka bukan tidak mungkin Anda menyuplai jumlah yang besar untuk sayur-sayuran dan buah-buahan di pasar.

Kemudian ada juga agribisnis di bidang peternakan, seperti ternak unggas dan hewan mamalia berkaki empat. Kebutuhan daging unggas di masyarakat Indonesia termasuk cukup tinggi. Biasanya, pasar yang menjanjikan adalah unggas jenis ayam. Ayam bisa menghasilkan telur dan daging yang merupakan makanan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Sementara unggas lain, seperti bebek, dan hewan ternak lain, seperti sapi, kambing, dan domba, memiliki pasar tersendiri namun tak seluas ayam. Konsumsi daging sapi, kambing, dan sejenisnya masih termasuk minim di kalangan masyarakat Indonesia karena harganya yang cukup tinggi. Akan tetapi, bukan berarti agribisnis jenis ini tidak menggiurkan untuk didalami.

Baca juga : Ide Bisnis Bidang Pertanian yang Menarik Ditekuni

Jenis-jenis Usaha Agrobisnis

Agribisnis ternyata tidak hanya melulu dalam lingkup pertanian, tapi juga melingkupi bidang lain yang sejenis namun tak sama.

  1. Agribisnis pertanian

Agribisnis pertanian berhubungan dengan tanaman. Agribisnis pertanian bisa berupa penanaman tanaman yang tumbuh di persawahan maupun perkebunan. Hasil agribisnis pertanian biasanya berupa makanan pokok, sayur-sayuran, buah-buahan, dan tanaman lain yang dibutuhkan oleh industri, seperti teh, kopi, kakao, dan masih banyak lagi.

  1. Agribisnis peternakan

Agribisnis peternakan berhubungan dengan kegiatan beternak hewan, baik unggas maupun hewan berkaki empat. Produk yang dihasilkan biasanya berupa daging, bulu, kulit, telur, dan bagian-bagian lain yang dibutuhkan. Beberapa macam jenis hewan yang bisa dijadikan agribisnis peternakan seperti ayam, bebek,  sapi, kambing dan selainnya.

  1. Agribisnis perikanan

Agribisnis perikanan biasanya lebih spesifik kepada perikanan air tawar dan perikanan air payau. Agribisnis jenis ini memang biasanya hasilnya hanya melingkupi ikan dan bibit ikan saja. Banyak jenis ikan yang bisa dijadikan agribisnis perikanan, seperti nila, gurame, lele, bandeng, dan lain sebagainya.

Melihat Peluang Usaha Agrobisnis

Budidaya Padi

Budidaya padi menjadi salah satu peluang usaha agrobisnis yang cukup menjanjikan dalam konteks Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara agraris yang masyarakatnya memiliki makanan pokok sebagian besar adalah nasi. Nasi sendiri berasal dari tumbuhan padi yang biasanya di tanam di sawah.

Belum lagi, kebutuhan beras di Indonesia juga masih sangat besar dan tidak akan pernah sepi oleh peminat, baik itu konsumen secara langsung maupun distributor. Dengan demikian, peluang agribisnis budidaya padi memiliki peluang jangka panjang yang sangat bagus. Berikut hitung-hitungan peluang agrobisnis budidaya padi:

Pembukaan lahan, pengadaan bibit, biaya sewa, dan pengadaan peralatan = Rp 6.000.000,00

Biaya operasional tiap bulannya

  • Biaya tetap (penyusutan lahan dan berbagai peralatan) = Rp 1.600.000,00
  • Biaya variabel (pupuk, obat, pestisida, dan biaya lain-lain) = Rp 4.600.000,00
  • Total biaya operasional (biaya tetap + biaya variabel) = Rp 6.200.000,00

Pendapatan per panen (85kg x Rp 3.500,- x 30 hari) = Rp 8.925.000,00

Keuntungan per bulan (total pendapatan – total biaya operasional) = Rp 2.725.000,00

Lama balik modal (total investasi : keuntungan per bulan) = 2,2 bulan

Dari perhitungan di atas dapat dilihat bahwa budidaya padi mampu memberikan keuntungan Rp 2.725.000,00 per bulan dan bisa balik modal dalam 2,2 bulan. Cukup prospek untuk agribisnis jangka panjang.

Budidaya Kakao

Budidaya kakao bisa dibilang memiliki peluang yang besar untuk berkembang. Hal ini dikarenakan kakao menjadi bahan baku utama banyak industri makanan, seperti kue, coklat batangan, es krim, dan masih banyak selainnya. Berikut hitung-hitungan peluang agribisnis budidaya kakao:

Pembukaan lahan, pengadaan bibit, dan pengadaan peralatan = Rp 6.200.000,00

Biaya operasional tiap bulannya

  • Biaya tetap (penyusutan lahan dan peralatan, upah) = Rp 1.900.000,00
  • Biaya variabel (pupuk, obat, pestisida, dan biaya lain-lain) = Rp 5.400.000,00
  • Total biaya operasional (biaya tetap + biaya variabel) = Rp 7.300.000,00

Pendapatan per panen (17kg x Rp 20.000,- x 30 hari) = Rp 10.200.000,00

Keuntungan per bulan (total pendapatan – total biaya operasional) = Rp 2.900.000,00

Lama balik modal (total investasi : keuntungan per bulan) = 2,1 bulan

Dari perhitungan di atas dapat dilihat bahwa budidaya kakao mampu memberikan keuntungan Rp 2.900.000,00 per bulan dan bisa balik modal dalam 2,1 bulan. Dengan peluang yang besar, laba tinggi, dan balik modal yang cepat tentu budidaya kakao memiliki prospek yang besar untuk jangka panjang.

Untuk itu anda bisa membaca panduan budidaya kakao secara lengkap untuk mulai membidik prospek agribisnis yang satu ini.

Budidaya Buah-buahan

Budidaya buah-buahan bagi sebagian orang mungkin bisa dibilang cukup susah karena harus memiliki lahan yang luas dan berada di daerah yang sejuk. Akan tetapi, saat ini sudah bisa dikembangkan budidaya buah-buahan dengan sistem hidroponik.

Buah-buahan sendiri memiliki peluang yang cukup besar di masyarakat karena konsumsi buah-buahan di masyarakat terbilang cukup tinggi.

Selain itu, banyak industri juga yang menggunakan buah-buahan sebagai bahan baku utama pembuatan suatu produk tertentu. Berikut hitung-hitungan peluang agribisnis budidaya buah-buahan, dalam kasus ini akan kami tunjukkan kasus budidaya tanaman buah naga:

Sewa lahan, pengadaan bibit, dan pengadaan peralatan = Rp 4.550.000,00

Biaya operasional tiap bulannya

  • Biaya tetap (penyusutan lahan dan peralatan, upah) = Rp 1.850.000,00
  • Biaya variabel (pupuk, obat, pestisida, dan biaya lain-lain) = Rp 5.800.000,00
  • Total biaya operasional (biaya tetap + biaya variabel) = Rp 7.650.000,00

Pendapatan per panen (20kg x Rp 18.000,- x 30 hari) = Rp 10.800.000,00

Keuntungan per bulan (total pendapatan – total biaya operasional) = Rp 3.150.000,00

Lama balik modal (total investasi : keuntungan per bulan) = 1,4 bulan

Dari perhitungan di atas dapat dilihat bahwa budidaya buah naga mampu memberikan keuntungan Rp 2.900.000,00 per bulan dan bisa balik modal dalam 1,4 bulan. Di atas tadi baru hitung-hitungan untuk buah naga, sementara tanaman buah selainnya mungkin bisa beda.

Budidaya Sayur-sayuran

Peluang usaha budidaya sayur-sayuran bisa dibilang sama dengan budidaya buah-buahan. Kebutuhan masyarakat akan sayur-sayuran sangat tinggi. Bahkan, hampir setiap hari permintaan sayur-sayuran selalu ada, baik di pedangan pasar maupun supermarket.

Dengan demikian, peluang agribisnis budidaya sayur-sayuran bisa dibilang meyakinkan. Salah satu sayuran yang cukup laris di pasaran adalah sawi. Berikut perhitungan peluang usaha budidaya sawi sebagai tanaman sayuran:

Pembukaan lahan, pengadaan bibit, dan pengadaan peralatan = Rp 4.200.000,00

Biaya operasional tiap bulannya

  • Biaya tetap (penyusutan lahan dan peralatan, upah) = Rp 1.800.000,00
  • Biaya variabel (pupuk, obat, pestisida, dan biaya lain-lain) = Rp 5.500.000,00
  • Total biaya operasional (biaya tetap + biaya variabel) = Rp 7.300.000,00

Pendapatan per panen (32kg x Rp 10.000,- x 30 hari) = Rp 9.600.000,00

Keuntungan per bulan (total pendapatan – total biaya operasional) = Rp 2.300.000,00

Lama balik modal (total investasi : keuntungan per bulan) = 1,8 bulan

Dari perhitungan di atas dapat dilihat bahwa budidaya sawi mampu memberikan keuntungan Rp 2.300.000,00 per bulan dan bisa balik modal dalam 1,8 bulan. Di atas tadi baru hitung-hitungan untuk tanaman sawi, sementara tanaman sayur selainnya mungkin bisa beda.

Ternak Ikan

Budidaya ikan akhir-akhir ini cukup marak di kalangan masyarakat. Khususnya, ternak ikan lele. Ikan lele masih menjadi salah satu primadona bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Harganya yang murah, bergizi tinggi, dan bercita rasa lezat membuat lele digemari banyak orang.

Hal ini membuat peluang usaha budidaya ikan lele menjadi cukup menjanjikan. Berikut hitung-hitungan peluang usaha budidaya ikan lele:

Pembuatan kolam, pengadaan bibit, dan pengadaan peralatan = Rp 11.900.000,00

Biaya operasional tiap bulannya

  • Biaya tetap (penyusutan kolam dan peralatan, upah) = Rp 1.800.000,00
  • Biaya variabel (bibit, obat, pakan, vitamin, dan biaya lain-lain) = Rp 22.300.000,00
  • Total biaya operasional (biaya tetap + biaya variabel) = Rp 24.100.000,00

Pendapatan per bulan (38kg x Rp 25.000,- x 30 hari) = Rp 28.500.000,00

Keuntungan per bulan (total pendapatan – total biaya operasional) = Rp 4.400.000,00

Lama balik modal (total investasi : keuntungan per bulan) = 2,7 bulan

Dari perhitungan di atas dapat dilihat bahwa budidaya ikan lele mampu memberikan keuntungan Rp 4.400.000,00 per bulan dan bisa balik modal dalam 2,7 bulan. Di atas tadi baru hitung-hitungan untuk ikan lele, sementara jenis ikan lain selainnya pasti beda.

Ternak Sapi

Kebutuhan akan daging sapi di Indonesia memang tidak begitu tinggi. Akan tetapi, tidak sedikit pula pabrik-pabrik yang membutuhkan bahan baku berupa daging, kulit, maupun tulang sapi untuk kepentingan produksinya.

Selain itu, adanya momen Idul Adha juga bisa menjadi peluang tersendiri bagi para peternak sapi. Berikut perhitungan peluang usaha ternak sapi dengan skala 25 ekor:

Pembuatan kandang, pengadaan indukan dan peralatan = Rp 42.700.000,00

Biaya operasional tiap bulannya

  • Biaya tetap (penyusutan kandang dan peralatan, upah) = Rp 2.400.000,00
  • Biaya variabel (obat, pakan, vitamin, dan biaya lain-lain) = Rp 7.500.000,00
  • Total biaya operasional (biaya tetap + biaya variabel) = Rp 9.900.000,00

Pendapatan per tahun (3 ekor x Rp 7.000.000,00) = Rp 21.000.000,00

Keuntungan per tahun (total pendapatan – total biaya operasional) = Rp 11.100.000,00

Lama balik modal (total investasi : keuntungan per bulan) = 4 tahun

Dari perhitungan di atas dapat dilihat bahwa ternak sapi mampu memberikan keuntungan Rp 11.100.000,00 per tahun dan bisa balik modal dalam 4 tahun. Peternakan sapi memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk balik modal karena sapi memiliki umur yang cukup panjang untuk dijual, tidak seperti ikan.

Ternak Ayam

Kebutuhan ayam di Indonesia bisa dibilang cukup tinggi. Kebiasaan memakan hasil olahan daging dan telur ayam menjadi prospek usaha yang cukup lumayan untuk ditekuni. Tak hanya itu, banyak pula pabrik yang menggunakan telur dan daging ayam sebagai bahan baku untuk produk mereka.

Dengan demikian, bisa dibilang peluang usaha ternak ayam cukup menjanjikan untuk jangka panjang. Berikut perhitungan peluang usaha ternak ayam, dalam kasus ini kami spesifikkan pada ayam kampung:

Sewa lahan, pembuatan kandang, pengadaan bibit dan peralatan = Rp 26.200.000,00

Biaya operasional tiap bulannya

  • Biaya tetap (penyusutan kandang, lahan dan peralatan, upah) = Rp 2.100.000,00
  • Biaya variabel (obat, pakan, vitamin, dan biaya lain-lain) = Rp 10.400.000,00
  • Total biaya operasional (biaya tetap + biaya variabel) = Rp 12.500.000,00

Pendapatan per bulan penjualan ayam utuh (35 ekor x Rp 20.000,- x 30 hr) = Rp 21.000.000,00

Pendapatan per bulan penjualan daging ayam (80kg x Rp 3.000,- x 30 hr) = Rp 7.200.000,00

Total pendapatan per bulan = Rp 28.200.000,00

Keuntungan per bulan (total pendapatan – total biaya operasional) = Rp 15.700.000,00

Lama balik modal (total investasi : keuntungan per bulan) = 1,7 bulan

Dari perhitungan di atas dapat dilihat bahwa ternak ayam mampu memberikan keuntungan Rp 15.700.000,00 per bulan dan bisa balik modal dalam 1,7 bulan. Untuk ayam petelor atau ayam potong bisa jadi lama balik modal dan jumlah keuntungannya akan berbeda.

Demikian informasi mengenai berbagai macam peluang usaha agrobisnis yang bisa kalian coba. Selama memulai usaha sebaiknya kalian harus mempunyai niat dan tak mudah menyerah. Jika ada tambahan mengenai peluang usaha agrobisnis, coba kalian komen dibawah ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *