Aleena Mahasiswi yang suka menulis di sela-sela kesibukan kuliah. Suka berbagi tentang manajemen keuangan dan tips bisnis.

Ingin Jadi Calon Investor? Pahami Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional

1 min read

Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional

Sejatinya pemahaman terkait saham syariah dan konvensional tidaklah jauh berbeda. Keduanya memiliki arti yakni surat berharga yang menunjukkan bagian dari kepemilikan atas suatu perusahaan tertentu. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang mendasari perbedaan saham syariah dan konvensional. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut ini.

Perbedaan Mendasar Antara Saham Syariah Dan Konvensional

Perbedaan Berdasar Definisi

Saham konvensional adalah tempat ataupun wadah dimana akan terjadi transaksi surat berharga dalam rangka untuk pencarian ataupun penambahan dana. Dimana dana tersebut bisa dipakai sebagai dana modal untuk orang orang yang akan mengembangkan bisnisnya ataupun mengembangkan perusahaan.

Sedangkan pada saham syariah sendiri memiliki definisi yang cukup berbeda. Kata syariah memiliki artian hukum agama Islam yang menetapkan peraturan hidup pada manusia, hubungan antar manusia dengan Allah serta hubungan manusia dengan manusia dan juga alam sekitarnya.

Dengan pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa saham syariah memiliki proses transaksi yang menerapkan beberapa prinsip syariah. Dengan kata lain perbedaan saham syariah dan konvensional terdapat pada peraturannya. Pada saham syariah menggunakan hukum Islam yang dijadikan pedoman. Namun tidak hanya pada transaksi dana modalnya saja, tetapi juga dari aspek kegiatan ekonomi.

Berdasarkan Instrumen Serta Emiten

Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional

Pada saham konvensional, instrumen yang bisa diperjual belikan berupa segala jenis surat berharga tanpa adanya batasan batasan tertentu. Hal ini bisa dilakukan selama jual beli tersebut sudah memenuhi syarat dan juga aturan yang berlaku. Diantaranya jual beli obligasi, warrant, serta beberapa saham lainnya.

Transaksi pada saham konvensional juga terdapat bunga, dan tidak menutup kemungkinan terjadi transaksi yang bersifat spekulatif dan juga manipulatif. Untuk emitennya juga tergolong bebas selama telah memenuhi persyaratan yang telah diberikan oleh Bursa Efek. Tentu tanpa adanya perhitungan status halal atau haram.

Namun pada saham syariah, yang diperjual belikan tentu produk produk syariah yang menganut peraturan terkait hukum Islam. Untuk produk emiten juga harus disesuaikan dengan prinsip syariah Islam, yang berarti tidak tidak adanya produk rokok atau alkohol, dan lain lain. Perbedaan saham syariah dan konvensional juga terdapat pada bunga yang diberikan.

Dimana transaksi yang dilakukan pada paham syariah bebas bunga, demikian juga dengan instrumennya. Tidak ketinggalan pula saham syariah bebas dari kata manipulasi pasar yang sudah pasti minim transaksi saham yang dapat meragukan. Pada prinsip yang digunakan adalah prinsip mudharabah, ijarah dan musyarakah.

Berdasar Proses Dan Mekanisme Transaksi

Pada saham konvensional, investor tidak mempermasalahkan apakah dana tersebut haram atau halal. Karena yang paling utama, produk bisa mendatangkan keuntungan. Pada arah perputaran uang juga dibuka secara bebas. Dengan begitu konsep bunga serta riba dalam sistem saham konvensional sudah menjadi hal yang kerap kali terjadi dalam dunia saham.

Perbedaan saham syariah dan konvensional lainnya, yaitu pada transaksi yang dilakukan pada saham syariah harus berdasarkan pada hukum hukum Islam. Hal tersebut juga didasarkan pada kehalalan dan juga kebolehan usaha perusahaan yang surat berharganya bisa dilakukan jual beli atau diperdagangkan.

Perihal dana, pada saham syariah dana yang ditanam tidak diperbolehkan untuk digunakan sebagai penggerak usaha yang bergerak pada bidang yang tidak sesuai dengan prinsip Islam. Diantaranya seperti rokok, judi ataupun produk dari makanan yang menurut Islam haram untuk dikonsumsi.

Itu dia beberapa paham terkait perbedaan saham syariah dan juga saham konvensional. Bagi anda umat Muslim tentu bisa mempertimbangkan saham syariah sebagai cara untuk berinvestasi dengan mengusung konsep keislaman yang halal dan tanpa riba. Sesuai dengan penjelasan yang telah diutarakan diatas.

0
Aleena Mahasiswi yang suka menulis di sela-sela kesibukan kuliah. Suka berbagi tentang manajemen keuangan dan tips bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.