Dony Raditya Saya sekarang bekerja di posisi Digital Marketing. Di posisi ini saya belajar sihir, karena bisa menyihir bisnis kalian supaya bisa muncul di halaman pertama mesin pencari dan seluruh sosial media.

9 Cara Mengembangkan Toko Kelontong di Era Digital

3 min read

cara mengembangkan toko kelontong

Bisniskuy.com – Di era seperti saat ini, Anda memang harus pandai memanfaatkan peluang. Salah satu peluang bisnis yang menjanjikan yaitu kelontong. Jika Anda sudah terjun dan bergelut di bidang usaha ini, ada beberapa cara mengembangkan toko kelontong yang bisa dilakukan.

Hal ini perlu dilakukan agar bisnis Anda tetap berjalan dan berkembang di tengah gempuran persaingan bisnis yang semakin ketat. Ada banyak cara yang bisa dicoba untuk meningkatkan omset penjualan agar bisnis yang dijalankan dapat terus berkembang.

Jika Anda menjalani bisnis dengan sikap yang konsisten dan pantang menyerah, bukan hal yang mustahil untuk menjadi seorang pebisnis yang sukses. Untuk mengetahui cara mengembangkan bisnis toko kelontong secara lebih lengkap, simak ulasan berikut ini.

9 Cara Mengembangkan Toko Kelontong

1. Lakukan Riset dan Survei

Tidak hanya toko besar atau swalayan saja yang butuh riset, bisnis kelontong yang Anda jalankan juga harus melakukan riset atau survei pasar agar bisa berkembang menjadi lebih besar.

Meski awalnya toko kelontong yang Anda geluti cenderung kecil dan hanya mencakup daerah tertentu, riset sangat dibutuhkan untuk mengetahui permintaan masyarakat terhadap suatu barang atau produk.

Dengan begitu, Anda bisa mengembangkan usaha toko kelontong dan menyediakan berbagai stok barang sesuai kebutuhan masyarakat di sekitar lingkungan Anda.

2. Tentukan Kebutuhan Pembeli

Seperti halnya dengan bisnis-bisnis lainnya, Anda juga harus mengenal dan mengetahui kebutuhan apa saja yang dicari oleh masyarakat di sekitar daerah Anda.

Sebagai contoh misalnya toko kelontong yang Anda kelola berada di kawasan perumahan, maka Anda bisa menjual barang-barang kebutuhan sehari seperti sembako, bahan makanan, peralatan dapur, dan lain sebagainya.

Jika Anda mengelola bisnis kelontong di daerah kos-kosan, barang-barang yang dijual bisa berupa makanan instan, camilan atau makanan ringan, dan peralatan mandi seperti sabun, sampo, dan lain sebagainya.

Dengan mengetahui dan menentukan kebutuhan pembeli, bukan hal yang mustahil bisnis kelontong yang Anda jalankan dapat berkembang dengan pesat dan lancar.

3. Ciptakan Ciri Khas dan Keunikan Tersendiri

Untuk menarik minat pembeli, sebuah toko kelontong harus memiliki ciri khas atau keunikannya sendiri. Ciri khas dan keunikan ini bisa menjadi daya tarik dan membuat pembeli menjadi lebih fokus saat berbelanja.

Lalu, bagaimana cara menciptakan ciri khas atau keunikan pada toko kelontong? Anda bisa menciptakan suasana nyaman pada tampilan toko dengan desain yang unik dan menarik.

Anda juga bisa menggunakan cat dengan warna-warna terang untuk memberi kesan ceria dan bersemangat. Selain itu, Anda juga bisa memutar lagu-lagu yang easy listening. Dengan begitu, pembeli akan merasa nyaman dan leluasa berbelanja.

4. Beri Pelayanan Terbaik

Anda tentu sudah tidak asing dengan ungkapan pembeli adalah raja, bukan? Dalam menjalankan bisnis kelontong, Anda tidak boleh fokus dan terpaku pada persediaan produk saja. Anda juga harus memerhatikan bagaimana memberikan pelayanan yang baik agar pembeli di toko kelontong milik Anda merasa senang dan puas.

Dengan bersikap ramah dan murah senyum dalam melayani pembeli, pembeli tidak akan sungkan untuk membeli barang, bahkan menjadi pelanggan setia di toko kelontong milik Anda.

Hal ini akan membuat toko Anda memiliki reputasi yang baik. Namun, apabila Anda tidak memberikan pelayanan yang baik dan ramah, pembeli akan merasa kecewa dan enggan membeli barang di toko Anda lagi.

5. Serba Ada

Cara mengembangkan toko kelontong adalah menyediakan berbagai barang yang dibutuhkan secara lengkap alias serba ada. Biasanya pembeli cenderung memilih toko yang menyediakan berbagai keperluan dengan lengkap.

Hindarkan untuk menyetok barang-barang yang kurang diminati atau jarang dibeli, namun tetap sediakan dengan jumlah terbatas. Hal ini untuk mengantisipasi jika suatu saat ada pembeli yang membutuhkan barang tersebut dan untuk menghindari penumpukan barang, serta pemborosan.

6. Patok Harga Terjangkau dan Tawarkan Promosi Menarik

Untuk menghadapi persaingan bisnis kelontong yang sangat ketat, Anda bisa mematok harga yang terjangkau. Meski keuntungan yang diperoleh tidak terlalu banyak, pembeli biasanya lebih memilih toko kelontong yang menawarkan harga miring dan terjangkau. Anda bisa menggunakan prinsip “laba sedikit, penjualan banyak.”

Dengan begitu, pergerakan barang yang Anda sediakan akan lebih cepat terjual, sehingga bisnis kelontong Anda dapat berkembang dengan pesat.

Sesekali tidak ada salahnya untuk memberikan penawaran promosi yang menarik, seperti potongan harga atau bonus untuk menarik minat pembeli. Promosi yang menarik seperti ini selain efektif juga membuat pelanggan lebih loyal.

Jangan lupa untuk mengatur dan memikirkan untung ruginya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memberi penawaran menarik.

Hal ini untuk mengantisipasi kerugian yang mungkin akan terjadi apabila Anda memberikan bonus atau potongan harga yang terlalu besar tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu.

7. Bermitra Dengan Toko Lain

Cara menghadapi pesaing di bisnis kelontong yang Anda jalani yaitu dengan bermitra dan merangkul pesaing lainnya. Agar bisnis Anda tetap berjalan dengan lancar, Anda bisa mengajak toko lain untuk bekerja sama. Cara ini juga bisa dilakukan untuk menciptakan persaingan yang sehat antar sesama pelaku bisnis kelontong.

Dengan menjalin kerja sama dan hubungan yang baik dengan toko lain, mereka cenderung akan merekomendasikan toko Anda saat mereka tidak memiliki barang yang dibutuhkan oleh pembeli. Hal ini juga berlaku sebaliknya, sehingga kedua belah pihak, baik Anda maupun toko lain, akan saling diuntungkan.

8. Sediakan Layanan Antar Jemput

Cara mengembangkan toko kelontong agar disukai oleh pelanggan yaitu dengan menyediakan layanan antar jemput. Cara ini dianggap efektif untuk meningkatkan omset penjualan barang, sehingga bisnis kelontong Anda akan terus berkembang dan dapat melebarkan sayap.

Sebagai contoh, Anda memberikan layanan antar jemput barang-barang besar dan berat seperti beras, gas, atau galon. Dengan begitu, pelanggan akan merasa terbantu dan dimudahkan karena mereka tidak perlu kerepotan membawanya.

Pelanggan hanya perlu menghubungi Anda sebagai pemilik toko untuk mengantarkan barang sesuai pesanan ke rumah mereka. Cara ini akan memberi nilai plus dan menciptakan reputasi yang baik di mata pelanggan.

9. Miliki Mental yang Kuat

Kunci utama agar bisnis yang dijalankan dapat sukses dan berkembang dengan baik yaitu memiliki mental yang kuat. Saat Anda memulai suatu bisnis apapun, tentunya Anda akan menemui berbagai halangan, rintangan, dan kendala, baik keterbatasan modal maupun persaingan bisnis yang terbilang ketat.

Dengan memiliki mental yang kuat, Anda bisa menghadapi dan mengatasi semua kendala tersebut dengan bijak, sehingga saat menghadapi penurunan pendapatan atau segala bentuk kerugian, Anda tetap bisa bangkit lagi.

Upayakan untuk selalu mengutamakan kepuasan dan kenyamanan pelanggan, sehingga pelanggan akan merasa nyaman dan selalu setia membeli produk yang Anda jual.

Cara mengembangkan toko kelontong seperti yang sudah dijabarkan di atas bisa Anda coba terapkan. Dengan berbekal kegigihan, keuletan, dan kerja keras, Anda bisa mewujudkan impian sebagai pebisnis kelontong yang sukses.

Tidak menutup kemungkinan, Anda juga bisa melebarkan sayap dengan membuka cabang toko kelontong di beberapa tempat dengan keuntungan menggiurkan.

Dony Raditya Saya sekarang bekerja di posisi Digital Marketing. Di posisi ini saya belajar sihir, karena bisa menyihir bisnis kalian supaya bisa muncul di halaman pertama mesin pencari dan seluruh sosial media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *