Dony Raditya Saya sekarang bekerja di posisi Digital Marketing. Di posisi ini saya belajar sihir, karena bisa menyihir bisnis kalian supaya bisa muncul di halaman pertama mesin pencari dan seluruh sosial media.

9 Cara Memulai Bisnis Pakaian Tanpa Modal Hingga Sukses

3 min read

cara memulai bisnis pakaian

Bisniskuy.com – Salah satu bisnis yang tidak ada matinya adalah bisnis pakaian. Pakaian akan terus berkembang mengikuti tren mode yang sedang digandrungi masyarakat. Maka dari itu, tak mengherankan jika banyak orang yang mulai melirik bisnis ini sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Lalu, bagaimana cara memulai bisnis pakaian bagi para pemula yang tidak memiliki modal?

Saat akan memulai suatu bisnis atau usaha, salah satu yang harus Anda siapkan adalah modalnya. Namun, apakah bisa menjalankan usaha tanpa modal sama sekali? Ya, Anda tetap bisa menjalankan usaha meski tanpa modal sama sekali yaitu dengan dropshipper. Berikut ini merupakan cara dan tips memulai bisnis pakaian bagi pemula yang minim modal.

9 Cara Memulai Bisnis Pakaian Tanpa Modal

1. Menentukan Target

Sebelum Anda memulai bisnis apapun, sebaiknya tentukan terlebih dahulu siapa target sasaran penjualan bisnis pakaian yang akan Anda jalankan. Seperti yang sudah Anda ketahui, pakaian memang menjadi salah satu kebutuhan pokok di semua usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Jika target Anda adalah ibu-ibu muda, Anda bisa menjual pakaian bayi dan balita.

Namun, jika ingin bermain aman, Anda bisa memilih wanita sebagai targetnya. Wanita dikenal sebagai kalangan yang cukup konsumtif dibandingkan pria dalam hal fashion. Wanita akan lebih banyak menghabiskan uangnya untuk membeli pakaian yang menunjang penampilan sekaligus selalu mengikuti tren mode yang sedang digandrungi.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan juga untuk melebarkan sayap ke berbagai kebutuhan fashion, mulai dari anak-anak hingga dewasa atau berdasarkan gender yaitu pria dan wanita. Karena persaingan pada bisnis pakaian ini terbilang sangat ketat, Anda bisa memikirkan peluang dan mempersiapkannya secara matang terlebih dahulu.

2. Menentukan Jenis Pakaian

Setelah menentukan target, Anda akan mengetahui jenis pakaian yang akan dijual. Anda bisa mencatat setiap ide yang terpikirkan dengan mengikuti intuisi. Anda juga bisa melakukan survei melalui internet atau market place untuk melihat jenis pakaian seperti apa yang laris dan disukai masyarakat. Cara memulai bisnis pakaian agar bisa berjalan lancar yaitu dengan mengikuti tren yang sedang populer.

3. Mempelajari Jenis Bahan

Tidak hanya jenis pakaian saja, Anda juga harus mengenal berbagai jenis kain apalagi jika Anda menjualnya secara online. Jangan sampai Anda salah dalam mendeskripsikan jenis kain dan membuat pembeli kecewa karena tidak sesuai dengan deskripsi dan ekspektasi mereka. Perbedaan jenis kain ini akan memengaruhi harga pakaian, karena tiap kain memiliki kualitas yang berbeda-beda.

4. Mencari Supplier

Setelah mempelajari berbagai jenis bahan kain, Anda bisa mulai mencari supplier. Dalam mencari supplier yang tepat dan sesuai memang gampang-gampang susah. Tahap ini sangat memerlukan ketekunan, kejelian, dan kehati-hatian dalam memilih supplier. Cari dan pilihlah supplier yang bersedia menjelaskan secara detail jenis kain yang digunakan untuk pembuatan pakaian.

Selain itu, pilihlah supplier yang mudah dihubungi dan respons yang cepat, karena biasanya ada beberapa supplier yang sulit diajak kerja sama. Ada banyak karakteristik supplier yang wajib Anda ketahui, seperti supplier yang fast response, namun harga produk mahal. Jangan terburu-buru dalam menentukan supplier yang akan Anda ajak kerja sama agar bisa saling menguntungkan.

Anda juga harus melihat kualitas pakaian yang dijual oleh supplier terlebih dahulu. Dengan begitu, Anda bisa menentukan besaran laba yang ingin didapatkan. Jika barang memiliki kualitas bagus dengan harga yang murah, Anda bisa mematok harga lebih tinggi sebanding dengan kualitasnya.

Misalnya, jika harga outer 70 ribu rupiah dengan bahan monalisa yang nyaman dan kualitasnya setara dengan outer harga 100 ribuan, maka Anda bisa menjualnya dengan harga 100 ribu atau bahkan lebih. Pembeli juga tidak akan kecewa, karena jenis kain yang digunakan benar-benar nyaman dan tidak panas.

5. Mengawali Sebagai Dropshipper

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Anda tetap bisa menjalankan bisnis pakaian meski tanpa modal dengan menjadi dropshipper. Dengan menjadi dropshipper, Anda cukup memajang foto produk dari supplier dan menawarkannya ke calon pembeli. Anda bisa memanfaatkan media sosial yang dimiliki, seperti Facebook, Instagram, atau Twitter untuk mempromosikan pakaian yang dijual.

Jika ada pembeli yang tertarik, Anda tinggal menginformasikan pesanan customer kepada supplier. Keuntungan menjadi dropshipper yaitu Anda bisa fokus belajar menjual dan memasarkan produk. Keuntungan lainnya yaitu tidak adanya minimal order, sehingga Anda bisa memesan dalam jumlah berapapun.

6. Investasi Ilmu dan Terus Belajar

Agar bisnis yang Anda jalani dapat berjalan dengan lancar, Anda harus terus belajar melalui trial and error. Saat bisnis sudah berjalan, Anda akan menemukan berbagai kendala. Dengan banyaknya ilmu yang dipelajari, Anda akan lebih siap dalam menghadapi segala tantangan dalam berbisnis. Jika Anda menguasai adwords, Anda bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan penjualan produk.

Kunci sukses untuk menjadi seorang pebisnis adalah konsisten dan pantang menyerah. Teruslah belajar dan fokus menginvestasikan ilmu untuk perkembangan bisnis pakaian yang Anda geluti. Tantangan dan kendala yang dihadapi masing-masing orang akan berbeda-beda, bisa dari keterbatasan modal atau kendala lainnya.

7. Buka Lapak dan Rekrut Karyawan

Cara ini bisa Anda lakukan apabila bisnis pakaian yang dijalankan sudah mengalami perkembangan yang baik. Dengan keuletan dan kegigihan, Anda tidak mungkin terus-terusan menjadi dropshipper atau reseller. Bukan hal yang mustahil untuk memperbesar usaha hingga kebanjiran order. Dengan begitu, Anda bisa mulai membuka lapak sendiri.

Anda bisa memulainya dengan membuka toko sendiri di rumah atau yang biasa disebut dengan homestore. Anda juga bisa menyewa kios sendiri untuk menjual produk pakaian sesuai dengan budget yang dimiliki. Rekrut karyawan untuk membantu menghandle pesanan atau sebagai customer service, sehingga Anda tetap bisa fokus mempelajari teknik meningkatkan penjualan dan lain-lain.

8. Membuat Branding

Saat menjalankan bisnis apapun, branding merupakan hal yang mutlak untuk dilakukan apalagi jika bisnis pakaian yang Anda geluti memiliki banyak pesaing. Dengan adanya branding akan memudahkan pembeli untuk menemukan produk yang diinginkan. Bahkan menurut seorang pengamat bernama Nielsen, sebanyak 60% orang lebih suka membeli produk dari brand atau merk terkenal.

Tanpa adanya branding yang kuat, persaingan yang dihadapi akan semakin ketat dan mengarah pada persaingan harga. Apabila Anda bisa berhasil membangun brand sendiri, maka Anda bisa mematok harga yang lebih tinggi dari harga yang ada di pasaran karena pembeli tidak akan memedulikan harga lagi, namun lebih ke segi kualitas dan branding.

9. Menawarkan Promosi Menarik

Untuk menarik perhatian pembeli, sesekali Anda bisa memberikan promosi menarik seperti potongan harga, cashback, atau bonus. Tidak hanya berhasil menarik minat pembeli, cara ini juga efektif untuk membuat customer Anda menjadi lebih loyal dan menjadi pelanggan setia.

Cara memulai bisnis pakaian di atas bisa Anda coba terapkan, terutama bagi Anda yang memulainya tanpa modal sama sekali. Meski dimulai dari nol, Anda tetap bisa menjalankan dan mengembangkan bisnis pakaian menjadi peluang usaha yang menjanjikan dengan keuntungan yang menggiurkan. Anda juga harus konsisten, jangan mudah putus asa, dan update terus dengan tren mode yang berkembang.

Dony Raditya Saya sekarang bekerja di posisi Digital Marketing. Di posisi ini saya belajar sihir, karena bisa menyihir bisnis kalian supaya bisa muncul di halaman pertama mesin pencari dan seluruh sosial media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *